RUANG INFORMASI TERPERCAYA
Dari Neurosains ke Kampus Kelas Dunia, Taruna Ikrar Dorong Perguruan Tinggi Revolusi Cara Berpikir Mengakar

Dari Neurosains ke Kampus Kelas Dunia, Taruna Ikrar Dorong Perguruan Tinggi Revolusi Cara Berpikir Mengakar

Category : Daerah | Sub Category : Sulawesi Selatan | Tanggal Peristiwa : Jum'at, 16 Oktober 2026


Pinrang sulawesi selatan cakrawalaonline

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengajak perguruan tinggi Indonesia melakukan lompatan besar dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penguasaan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan kepemimpinan berbasis neurosains (Neuroscience Leadership).

Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan kuliah umum di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, di hadapan ratusan peserta yang terdiri atas guru besar, dosen, dan mahasiswa yang memadati auditorium kampus, Jum'at (16/10).

Dalam paparannya, Taruna menegaskan bahwa era keterbukaan informasi telah mengubah wajah pendidikan tinggi. Kehadiran AI membuka akses pengetahuan yang sebelumnya membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya besar.

“Hari ini tidak ada lagi alasan bagi dosen maupun mahasiswa untuk berhenti meng-upgrade diri. Kita hidup di era keterbukaan informasi. Dengan kecerdasan buatan, dunia seolah berada dalam genggaman. Persoalannya bukan lagi sulitnya mendapatkan ilmu, melainkan seberapa besar kemauan kita untuk belajar, berubah, dan meningkatkan kemampuan,” tegas Taruna.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh sekadar menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi pusat lahirnya inovator, pemimpin, dan generasi unggul yang mampu bersaing pada tingkat internasional.

Taruna menjelaskan bahwa salah satu pendekatan penting dalam pengembangan kualitas manusia adalah Neuroscience Leadership, yakni pendekatan kepemimpinan yang memanfaatkan pemahaman tentang cara kerja otak dalam proses berpikir, belajar, mengelola emosi, dan mengambil keputusan.

Melalui pemahaman neurosains yang dipadukan dengan asesmen pendidikan serta pengembangan diri, mahasiswa dapat lebih terarah mengenali potensi, minat, dan bakatnya. Sementara itu, dosen dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan efektif.

“Setiap manusia memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Tantangan pendidikan adalah bagaimana membantu seseorang mengenali kekuatannya, menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya, kemudian mengembangkannya menjadi kompetensi unggul yang mampu bersaing secara global,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan AI harus berjalan seiring dengan penguatan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, etika, serta karakter kepemimpinan.

Dengan demikian, transformasi pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi, tetapi juga manusia yang mampu menciptakan solusi bagi persoalan masyarakat.

Taruna berharap Universitas Katolik Parahyangan terus memperkuat kualitas riset, inovasi, kolaborasi internasional, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mewujudkan cita-cita sebagai World Class University.

“Universitas kelas dunia bukan hanya ditentukan oleh gedung megah atau banyaknya gelar akademik, tetapi oleh kualitas pemikiran, kekuatan inovasi, hasil penelitian, dan kontribusi nyata yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat dunia,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi ABG dan Dukung Program Prioritas Presiden

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar juga memperkenalkan pentingnya konsep kolaborasi ABG (Academia, Business, Government) sebagai fondasi pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Menurutnya, akademisi memiliki kekuatan dalam penelitian dan pengembangan ilmu, dunia usaha berperan dalam hilirisasi inovasi, sedangkan pemerintah menciptakan kebijakan dan ekosistem yang mendukung kemajuan bersama.

Sinergi ketiga unsur tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia sekaligus mendukung program prioritas nasional.

Salah satu contoh konkret yang disampaikan adalah dukungan BPOM terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Taruna menjelaskan bahwa BPOM terus memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan

Terbaru