OPT dengan Cuaca ekstrem Hasil Panen di Pinrang Anjlok

OPT dengan Cuaca ekstrem Hasil Panen di Pinrang Anjlok

Category : Daerah | Sub Category : Sulawesi Selatan


Pinrang, sulawesi selatan cakrawalaonline.com


Hasil panen tertinggi saat ini di Kabupaten Pinrang dilaporkan hanya mampu mencapai 4,1 ton per hektar. Angka tersebut berbanding terbalik dengan kondisi normal di wilayah ini yang rata-rata mampu menghasilkan 9,2 ton, bahkan pernah mencapai puncaknya hingga 12 ton per hektar.



Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Sipakainga, Muhammad Jupri, kepada media saat ditemui di lokasi persawahan Awan-awan, Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawito, Kabupaten Pinrang, Rabu (15/4). 



Diungkapkan Jupri, ada tiga kelompok tani yang terdampak parah oleh serangan hama dan faktor cuaca di Kelurahan Sipatokkong.

 


"Sementara yang paling parah, ada yang hanya menghasilkan sekitar 200 kilogram per hektar,"ungkap Jupri. 



Penyebab Utama anjloknya hasil panen ini saat ini, lanjut Jupri,  adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa penggerek batang serta hawar daun bakteri atau penyakit kresek. Situasi ini diperburuk oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang berlangsung sejak masa tanam hingga memasuki tahap pembuahan.


 

"Kelembapan yang tinggi akibat hujan memicu perkembangan cepat hawar daun bakteri dan mempercepat pergerakan OPT," jelas Jupri.


 

Selain faktor alam, Jupri mengakui adanya keterlambatan jadwal tanam yang tidak selaras dengan ketetapan Pemerintah Kabupaten. Keterlambatan tersebut dipicu oleh beberapa kendala teknis, di antaranya upaya penyeragaman waktu tanam dengan petani di wilayah hilir guna mengantisipasi hama tikus, serta adanya proyek rehabilitasi saluran irigasi di wilayah Saddang yang menghambat pengolahan lahan.


 


Lebih lanjut, ia pun mengakui adanya faktor kelalaian manusia dalam penanganan hama. "Pemicunya juga disebabkan oleh kelalaian kami dalam melakukan pengendalian menjelang hari raya Lebaran, meskipun sebelumnya sudah diingatkan oleh teman-teman PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)," ungkapnya jujur.


 


Menyikapi kondisi ini, para petani melalui Kelompok Tani Sipakainga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang agar dapat memberikan dukungan nyata untuk meringankan beban mereka.


 

"Harapan kami kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten, kiranya ada bantuan benih padi untuk musim tanam mendatang," kata Jupri. Bantuan ini diharapkan dapat memicu kembali semangat dan produktivitas petani agar target produksi maksimal seperti musim-musim sebelumnya dapat tercapai kembali.


 

Meski terpukul dengan hasil panen kali ini, Jupri mengajak para anggotanya untuk tetap bersabar dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama demi hasil yang lebih baik ke depannya.(*)

Berita Terbaru

Terbaru

Lihat Semua
Ragam
Abyadi Siregar, “Bapak Guru Honorer”
22 Aug 2025 | Redaksi Cakrawala | 169 views

Abyadi Siregar, sebagai Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, turun langsu...

Profil Deliar Marzoeki, Kadisnakertrans Sumsel yang Terjerat OTT Kejaksaan dengan Total Harta Rp 431 Juta
10 Jan 2025 | Redaksi Cakrawala | 196 views

Tiga pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumate...

Lihat semua »
Daerah
Pokja PWI Jaksel mengadakan Halal Bihalal
17 Apr 2026 | Redaksi Cakrawala | 6 views

 Jakarta, Cakrawalaonline.com Kelompok Kerja Persatuan Wartawan Indonesia J...

Upaya Pencegahan, Pemerintah Pinrang Lakukan Penyemprotan yang Belum Terdampak Serangan Hama.
16 Apr 2026 | Redaksi Cakrawala | 8 views

Pinrang, Sulawesi Selatan, cakrawalaonline.comUpaya pencegahan serangan organism...

Lihat semua »
Seputar Indramayu
Lihat semua »
Nusantara
Lihat semua »