Category : Daerah | Sub Category : TASIKMALAYA
Tasikmalaya,cakrawalaonline.com
Program Qurban Festival bertajuk “Qurban Impact” yang digelar DT Peduli Tasikmalaya menuai sorotan dari sebagian warga. Di tengah publikasi yang menyebut program tersebut membawa misi pemerataan daging kurban hingga pelosok, sejumlah warga justru mengaku hanya menerima pembagian dalam jumlah minim.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi kegiatan di wilayah Gareumpay, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu,rabu 27/05/2026 pembagian daging disebut hanya beberapa ons dan bercampur tulang, kulit, hingga jeroan.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi distribusi hewan kurban, terlebih kegiatan tersebut dipublikasikan secara luas sebagai program sosial berdampak bagi masyarakat.
“Kalau memang sapi yang dipotong sampai beberapa ekor, mestinya pembagian terasa merata. Tapi kenyataannya warga ada yang mengaku hanya dapat sedikit,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sorotan muncul karena narasi yang dibangun dalam pemberitaan resmi menampilkan suasana seolah distribusi kurban berlangsung besar dan merata hingga pelosok. Namun fakta yang dirasakan sebagian penerima di lapangan dinilai berbeda dari ekspektasi publik.
Secara sosial, kurban bukan hanya soal seremoni penyembelihan dan dokumentasi kegiatan, melainkan amanah distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, transparansi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga sosial maupun panitia kurban.
Publik pun mempertanyakan beberapa hal mendasar:
berapa total daging hasil pemotongan,
berapa jumlah penerima manfaat,
bagaimana standar pembagian paket,
kemana sebagian daging yang di bawa panitia tersebut?
dan bagaimana mekanisme distribusi dilakukan.
Jika tidak dijelaskan secara terbuka, dikhawatirkan muncul persepsi bahwa program lebih menonjolkan pencitraan dibanding dampak nyata yang diterima masyarakat.
Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan rinci dari pihak penyelenggara terkait jumlah distribusi daging kepada warga maupun sistem pembagian di lapangan.
Pengamat sosial menilai, lembaga pengelola kurban harus siap diawasi publik karena membawa amanah donasi masyarakat. Semakin besar publikasi program, semakin besar pula tuntutan transparansi dan akuntabilitas.
“Program sosial harus bisa diukur dari manfaat nyata yang diterima warga, bukan hanya ramai di banner, media sosial, atau pemberitaan,” ujarnya.
Warga berharap ke depan pelaksanaan kurban lebih terbuka, adil, dan benar-benar mengutamakan masyarakat penerima manfaat agar semangat berbagi dalam Idul Adha tidak kehilangan makna sosialnya.
rahmat
Abyadi Siregar, sebagai Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, turun langsu...
Tiga pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumate...
Jakarta, Cakrawalaonline.com Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selat...
SUKABUMI,Cakrawalaonline.com Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 ...